Iklan

Bamsoet: PT Bisa Jadi Mitra Strategis DPR Dalam Menghasilkan Legislasi

JAKARTA,   Ketua DPR RI Bambang Soesatyo membuka pintu buat DPR RI bekerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi (PT) dalam melakukan riset and development. 

Dengan begitu, kata politisi senior Partai Golkar itu ketika menerima jajaran rektorat Universitas Krisnadwipayana (Unkris) di Ruang Kerja pimpinan DPR RI lantai tiga Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/9), ada sinergitas DPR RI dengan perguruan tinggi sebagai kawah candradimuka kaum intelektual.

"Kita bisa melakukan kerjasama legal drafting dalam pembahasan sebuah undang-undang maupun bidang penelitian dan pertukaran informasi lainnya. Melalui kerjasama yang erat, DPR RI dan perguruan tinggi bisa seiring sejalan dan saling menguatkan," kata laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini.

Pihak Unkris yang hadir pada pertemuan dengan Ketua DPR RI itu antara lain Abdul Rivai (Rektor), Ade Soeharsono (Wakil Rektor), Sophar Maru Hutagalung (Dekan Fakultas Hukum), Ayub Muktiono (Dekan Fakultas Teknik) dan Andre Fauzi (Ketua BEM).

Pada kesempatan itu, politisi senior Partai Golkar tersebut memaparkan, di DPR RI ada Badan Keahlian Dewan (BKD), tugasnya mendukung kelancaran pelaksanaan wewenang dan tugas DPR RI di beberapa bidang keahlian.

Bidang keahlian dimaksud antara lain Pusat Perancangan Undang-Undang, Pusat Pemantau Pelaksanaan Undang-Undang, Pusat Kajian Anggaran, Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pusat Penelitian.

Unkris maupun Perguruan Tinggi lainnya bisa bekerjasama dengan DPR RI melalui BKD. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan teknis Tri Darma Perguruan Tinggi.

"DPR RI dapat memanfaatkan berbagai kajian maupun penelitian yang dibuat pihak kampus menjadi bahan masukan. Kampus bisa menjadikan DPR RI sebagai counterpartnya sehingga bisa saling meningkatkan kompetensi masing-masing pihak," papar laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini.

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Tengah VII ini yakin, perguruan tinggi bisa menjadi mitra stategis bagi DPR RI dalam menghasilkan produk legislasi yang membumi sebab kehidupan intelektual di perguruan tinggi dekat dengan denyut nadi masyarakat.

Sampai saat ini, BKD DPR RI sudah melakukan kerja sama antara lain dengan UGM, USU, Unand, UIN Jakarta, Unpar, UPI Bandung, Asosiasi Ilmuan Administrasi Negara, Universitas Katolik Widya Mandiri NTT, Universitas Terbuka Jakarta dan Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Bambang, kerjasama yang terbangun antara DPR RI dengan perguruan tinggi tersebut sekaligus untuk merangsang kehidupan intelektual di kampus agar bisa lebih menggeliat lagi.

"Dengan demikian kampus bisa menghasilkan lebih banyak intelektual yang tak hanya pandai berteori, namun juga kuat dalam data dan analisis," demikian Bambang Soesatyo. (akhir)