Iklan

Generasi Milenial Apresiasi Kerja Empat Tahun JKW-JK




Jakarta, 22 Oktober 2018 

Generasi milenial antusias untuk mengetahui lebih dalam apa saja yang sudah dikerjakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla sepanjang empat tahun ini. Mereka bertanya mulai soal mengapa pemerintah banyak membangun infrastrukrut, perkembangan Palapa Ring, hingga soal dana desa. 

Hal itu terjadi dalam acara "Obrolan Santai Laporan Empat Tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla", yang berlangsung di Auditorium BPPT, Jakarta pada Selasa (22/10). "Kami ingin tahu, apakah penyaluran dana desa sudah sejalan dengan peningkatan partisipasi masyarakat?" kata Eko Fajar Setiawan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung, salah satu dari generasi milenial yang hadir dalam acara tersebut. Sedangkan Andi dari Pasuruan, Jawa Timur, menanyakan, apa upaya pemerintah dalam pembangunan manusia, di waktu sisa setahun ke depan.  

Antusiasme tersebut menggembirakan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Keduanya mewakili pemerintah dalam menyampaikan laporan Empat Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam acara obrolan santai tersebut. 

Pada kesempatan tersebut, Moeldoko menyebutkan bahwa generasi milenial saat ini terlihat seperti hidup mudah. Mereka gampang mendapatkan akses pendidikan, informasi, dan lain-lain. "Namun sebenarnya generasi milenial ini memiliki tantangan yang lebih besar. Keadaan sekarang sudah beda baik kecepatan, risiko, kompleksitas, maupun kejutan yang terjadi karena lompatan perkembangan teknologi," ujarnya. 

Moeldoko menyarankan generasi milenial untuk melibatkan diri, sesuai peran masing-masing dengan membangun mentalistas pemimpin. "Karena kerja kita prestasi bangsa. Maka pilihannya, apakah mau melakukan kerja biasa saja, atau mau membuat perubahan?" kata Moeldoko menawarkan tantangan. 

Pada kesempatan tersebut, Moeldoko sempat menjelaskan posisi Indonesia di dunia global, antara lain dengan membandingkan infrastruktur dengan Tiongkok dan Kosta Rika. Tiongkok pembangunan infrastrukturnya masif sehingga mendukung upayanya untuk menjadi penguasa ekonomi dunia. Adapun Kosta Rika punya best performing national plan of science and technology. 

Moeldoko juga menyinggung bagaimana cara Indonesia mengejar ketertinggalan, melalui pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini untuk meingkatkan konektvitas dan produktivitas, dan menciptakan kemudahan. 

Rudiantara memperkuat dengan mengungkapkan bahwa sejauhnya ini Indonesia tidak efisien dari dari segi logistik. "Karena itulah, pemerintah membuat kebijakan untuk mengubah kondisi tersebut," ujarnya. 

Beberapa kebijakan tersebut menyangkut ekonomi digital dan kualitas sumber daya manusia juga diterangkan Rudiantara. Menurut dia, pembangunan Palapa Ring sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2005. 

Namun, di pemerintahan sekarang baru dapat berjalan dan diselesaikan. Jika berhasil, maka seluruh wilayah Indonesia akan dapat menikmati internet berkecepatan tinggi. Kantor-kantor layanan masyarakat seperti Koramil, Puskesma, kantor kelurahan seluruhnya akan melayani dengan berbasis internet. "Sehingga, Indonesia akan lebih mudah dalam upayanya menjadi negara maju," tuturnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga mengungkapkan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk soal dana desa. "Jika ada permasalahan dalam penyaluran dana yang kurang menimbulkan partisipasi masyarakat, boleh dilaporan kepada kami untuk ditindaklanjuti," ujarnya. 

Youtuber Andovi dan Jovial da Lopez, yang menjadi moderator dalam obrolan santai tersebut, salut dengan pencapaian empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. "Cari kesalahan itu gampang banget. Tapi kita tadi mendengarkan bagaimana pemerintahan saat ini sudah membangun 1.000 kilometer lebih jalan tol, belum bandara, pelabuhan dan lain-lain. Kami salut," ucap Andovi. (*)