Iklan

Ini Alasan La Nyalla Pastikan Dukung Jokowi

SURABAYA,   La Nyalla Matalitti kembali mengungkapkan kekecewaannya pada calon presiden Prabowo Subianto. 

Dengan alasan kapok, La Nyalla membelokkan dukungan kepada rival Prabowo di Pemilihan Presisen 2019 nanti, yakni capres petahana, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebelumnya, La Nyalla dikenal sebagai pendukung Prabowo, termasuk saat Pilpres 2014, bahkan foto kemesraannya dengan Prabowo banyak ditemukan di Medsos. Ketua Majelis Pembina Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur itu mengakuinya.

Pada pilpres kali ini, dia berubah haluan mendukung Jokowi karena kecewa dengan Prabowo. La Nyalla juga menyampaikan sikap politiknya itu melalui video dan tersebar di media sosial, YouTube.

"Saya sengaja viralkan (dukungan ke Jokowi) karena saya di-bullying, dibilang pengkhianat. Pengkhianat apa? Saya dukung Prabowo sejak tahun 2009, 2008 Mega-Pro, sampai Prabowo-Hatta," kata La Nyalla di kantor MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, Surabaya, pada Jumat sore, 12 Oktober 2018.

"Sampai di 2017, saya disuruh Prabowo branding dulu, sudah saya ikutin branding dulu sampai satu tahun. Lho, pada saatnya kok saya, istilah Jawanya, diklemprakno, habis manis sepah dibuang. Apa begitu?" kata La Nyalla dengan nada berapi-api.

"Saya selama ini Anda, kan, tahu sendiri, sejak kapan saya pernah jadi oposisi. Saya jadi Ketua PP sejak tahun berapa, saya jadi Ketua Hipmi, jadi pengurus Kadin, enggak pernah saya oposisi. Hanya gara-gara Prabowo saja saya jadi oposisi. Tak sadar, hanya gara-gara orang ini, Gerindra ini, saya jadi oposisi," kata La Nyalla.

Dia mengaku sekarang baru sadar, menjadi oposisi dimanfaatkan. "Jadi saya, imbau juga teman-teman saya yang hanya mau dukung-dukung saja, percuma lah, lebih baik dukung Jokowi saja, jelas kok, kerjanya nyata. Jangan percaya hoax-hoax, tadi saya diskusi di kantor KONI, dibilang utangnya banyak. Saya bilang utang itu tidak dikorupsi, tapi dibuat pembangunan," ujar La Nyalla.

Tidak hanya kali ini saja La Nyalla mengungkapkan kekecewaan pada Prabowo. Pada Januari 2018 lalu, La Nyalla juga berseteru dengan Prabowo setelah tidak direkomendasi Gerindra maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur. Saat itu, La Nyalla bahkan mengungkapkan telah menyerahkan sejumlah uang. Perseteruan itu berakhir damai. (rr)