Iklan

H. Sabron Djamil Pasaribu SH Mhum: FPK Menguatkan Eksistensi NKRI



SURABAYA,  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar seminar wawasan kebangsaan dalam rangka menumbuh kembangkan semangat bela negara dan kebhinekaan dengan tema "Bersatu Dan Bertumpu Dalam Bingkai NKRI" di Hotel Narita Surabaya, Rabu (05/12/2018).


"Seminar ini bukan hanya sekedar membangun wacana, tetapi yang lebih penting adalah untuk memberikan masukan dalam merumuskan format kebangsaan demi kejayaan NKRI," ungkap DR. Edi Purwinarto, M.Si Selaku Ketua Panitia dalam Sambutannya.

Menurutnya bahwa seminar tersebut, membahas soal pentingnya pembauran kebangsaan dalam menjaga Persatuan Dan Kesatuan menyongsong pesta demokrasi Tahun 2019, peningkatan peran Forum Pembauran Kebangsaan Sebagai Perekat NKRI. Dan Implementasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika Dalam Pembauran Kebangsaan.


" Terima Kasih atas kehadiran, nantinya kita diskusikan bersama pembicara yang telah kami siapkan, dan semoga FPK di tahun 2019 menjadi lebih baik," ujarnya.

Selanjutnya Ketua FPK Jatim H. Sabron Djamil Pasaribu SH Mhum menyampaikan bahwa seminar yang mengangkat tema" Bersatu dan Bertumpu dalam Bingkai NKRI itu, bermuara pada satu tujuan membangun format politik yang memperkuat rasa persatuan dan kesatuan untuk menguatkan eksistensi NKRI.

"Indonesia dalam kebhinnekaan, harus menghilangkan berkembangnya konflik, dan sebaliknya justru mempertebal rasa persatuan dan kesatuan," katanya.

Sabron juga menegaskan bahwa dinamika politik dapat dikendalikan dan menjadi kondusif manakala rasa persatuan dan kesatuan antar Warga Negara yang hidup dalam perbedaan diperkuat, sehingga kontestasi dalam Pemilu Tahun 2019 akan dapat berjalan aman, terbit, dan damai. Hal tersebut dapat dicapai manakala memperkuat rasa kesamaan, dan melihat dalam kaca pandang yang baik/positif.

"Kita jangan terjebak pada pemikiran orde-orde yang stigmatif, tetapi itu kita pandang sebagai periodisasi yang perlu kita cari apa yang baik pada periode itu, hal tersebut seiring dengan perjalanan reformasi, terjadi penguatan demokrasi dan HAM. Penguatan ini harus bertumpu pada kesejahteraan, bukan justru mempertebal konflik yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," paparnya.

Ia menambahkan bahwa demokrasi dan HAM memberikan kebebasan, tetapi harus dalam batas koridor rambu normatif (norma hukum, norma agama, norma budaya, norma adat, dan sebagainya). Dan upaya menciptakan suasana kondusif menjadi tanggungjawan bersama, Pemerintah dan masyarakat.

"Namun demikian, Pemerintah harus berada dalam koridor 3 fungsi, yaitu regulator, pemberdaya masyarakat, dan pelayanan publik. Dalam fungsi ini maka peran Pemerintah dan lembaga-lembaga berada dalam pembinaan dalam bentuk penanaman nilai kebangsaan. Upaya penanaman nilai harus dilaksanakan secara sistematis melalui berbagai lembaga, termasuk lembaga pendidikan," imbuhnya.

Dikatakan Kabid Hubungan Antar Lembaga Bakesbangpol Provinsi Jatim, Sapto Wibowo, SH yang mewakili Kepala Dinas Bakesbangpol Prov Jatim Drs. EC. Jonathan Juditatnto, MMT mengatakan bahwa penanaman nilai Pancasila sebagai pendidikan karakter harus dipertegas kembali, dilakukan secara sistematis dan terus menerus agar menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi semua generasi dengan mengedepankan pengamalan 5 sila.

"Dengan adanya seminar ini, harapannya dapat menjadi input dalam membangun sistem politik Indonesia," tutupnya.

Perlu diketahui hadir sebagai pemateri dalam Seminar yakni, Ketua Komisi A DPRD Prov. Jatim Dr. Freddy Poernomo, Kol. (Purn) Drs. H. Soerjadi Setiawan dengan Moderator Ir. Marcus Remiasa, SE, M.Si, dan H. M. Yousri Nur Raja Agam, sedangkan seluruh Pengurus FPK Jatim hadir membantu kepanitiaan dan menjadi tuan rumah di kegiatan tersebut.

Di akhir kegiatan Sekretaris FPK Jatim Yafeti Waruwu, SH menutup kegiatan Seminar yang dilanjutkan dengan pembacaan Hasil Rekomendasi oleh Perumus DR. Edi Purwinarto, M.Si. [Red]