Iklan

Referendum untuk Aceh, KPA Wil Peureulak Dukung Mualem

Aceh Timur - Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka ( GAM) Muzakir Manaf atau Mualem dan juga sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua DPA Partai Aceh (PA) meminta  agar kedepan Aceh referendum saja.

Permintaaan dan keinginan referendum  tersebut disampaikan Mualem dalam sambutannya pada peringatan Kesembilan Tahun (3 Juni 2010-3 Juni 2019), wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro dan buka bersama di salah satu Gedung Amel Banda Aceh, Senin (27/5/2019) malam. Dan terus mendapat respon dari berbagai pihak. 

Diantaranya, mantan kombatan GAM yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak mendukung ide yang disampaikan oleh Mualem.

Mantan  kombatan GAM Wilayah Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Muntasir atau yang disapa akrap Age kepada media ini, Kamis,  29 Mei 2019 mengatakan, dirinya dan para mantan kombatan GAM di lapangan terus mengamati berbagai perkembangan yang terjadi pasca damai Aceh. 

"Kami belum temukan adanya keseriusan pihak pemerintah soal masa depan Aceh sebagaimana tertuang dalam perjanjian damai. Konon lagi kondisi negeri ini," kata Age geram.

Dia menyebutkan, apa yang disampaikan Mualem pada Haul Wali Nanggroe ke-9 jangan dipersepsikan macam macam. 

" Sebab apa yang ungkapkan Mualem  adalah mewakili keresahan masyarakat Aceh terutama kami yang sebelumnya  berjuang di hutan belantara Aceh." Pungkas Age seraya meminta  kita  harus rapatkan barisan dan bersatu padu. (Red)