Iklan

Forum Diskusi Cawali-Cawawali PDI-P, Ning Lia : Ada Suasana "Grapyak" dan "Seduluran"




Surabaya,  - Rabu, (09/10)
Pesta Demokrasi bagi warga Kota Surabaya, untuk memilih calon pengganti Walikota Risma yang akan purna tugas, rencananya akan dilaksanakan bulan september tahun depan.

Namun, aktivitas politik sudah mulai marak bermunculan, baik oleh para bakal calon, tim sukses, maupun komunitas relawan yang ada di kota pahlawan ini.

Salah satunya, Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Jatim, sebagai Gabungan Komunitas Relawan pendukungan pasangan Jokowi- Amin saat pilpres 2019 kemarin, ikut andil dalam kontestasi pilwali surabaya tersebut.

Kemarin, Rabu (09/10/2019) malam, Bertempat di Cafe "Dulur Dewe", Jalan Setro 8 No. 1B Surabaya, ARJ Jawa Timur Sukses menggelar acara kopi darat para bacawali - cawawali Surabaya 2020 bersama aktivis/anggota WA group Pilkada Surabaya 2020.

Hadir pada acara bertajuk Forum Diskusi PILWALI surabaya 2020-2025 ini, bakal calon walikota dan wakil walikota surabaya, antara lain : Lia Istifhama, Sujipto Joe Angga, Mega Tjandra, Sri Setyo Pertiwi, dan Untung Suropati.

Salah satu bacawawali, Lia Istifhama, mengatakan, "Kita harus apresiasi kinerja bu Risma, namun Pemerintah kota kedepan, bukanlah sebagai pemain tunggal (single fighter), tapi harus menganut sistem aspirasi gotong royong", tegasnya.

"Jadi (Pemkot) sampai tingkatan paling bawah, harus mengetahui permasalahan yang terjadi, lalu bersinergi dengan warga kota bersama-sama menyelesaikannya", tambah Ning Lia, Sapaan Akrab, Kandidat Doktor UINSA Surabaya ini.

Ditanya soal Usaha Kecill Menengah dan permodalannya, Semifinalis Ning Surabaya 2005 ini, menjelaskan, "Terkait UKM dan permodalan, diharapkan harus ada diferensiasi usaha, yang (harus) sesuai dengan kebutuhan",

"Sehingga bila di pasaran terjadi kejenuhan akan barang/jasa yang sama, maka usaha itu akan tetap bisa survive", ungkap Ning Lia.

"Bahkan (terkait permodalan) sudah kita awali di tingkat provinsi, dengan membangun kerja sama melalui Bank pemerintah, dalam hal ini Bank Jatim", cerita keponakan Gubernur Khofifah ini singkat.

Disinggung kesan acara forum Diskusi, Pengurus fatayat Jatim ini, mengungkapkan, "Terima kasih kepada sahabat - sahabat yang ada di PDI P, kita diterima dengan baik penuh jiwa persaudaraan".

"Suasananya hidup, diskusinya ganyeng, ada suasana Gerapyak dan seduluran disini", pungkas arek asli wonocolo surabaya ini lugas.

Sementara itu, sebagai pemandu acara, Megawati menambahkan, " Lia Istifhama adalah sosok pemimpin Cerdas, religius dan bijak, yang mengapresiasi program pendahulunya, lalu tahu benar apa yang perlu dibenahi", katanya kepada newspantau  seusai acara forum diskusi, Rabu (09/10).

Megawati menambahkan, "Ning Lia telah menyatakan siap bersama warga kota Surabaya untuk memberikan yang terbaik (program) nya demi terwujudnya surabaya Aman Damai Sehat dan Tentram (ADEM)".

"Pemimpin dengan ide brilliant, yang bahkan sudah mulai coba di aplikasikan di tingkatan provinsi", tukas Mega.

Hasil pantauan awak media, Lia Istifhamah, Sutjipto Joe Angga, Mega Tjandra, Sri Setyo Pertiwi dan Untung Suropati adalah bacawali dan cawawali Surabaya 2020, yang mencalonkan diri melalui PDI Perjuangan. (red)